
SUDARTO
KALI BODRI - Tanggul Kali Bodri di Dusun Bodri, Desa Kebonharjo Kecamatan Patebon, ditambal karung berisi tanah untuk atasi bocor.
SABTU malam Minggu, Kali Bodri, banjir bandang. Ketinggian air di Bendung Juwero, mencapai 3,5 m. Warga di sepanjang aliran sungai kalang kabut. Sebagian warga telah mengungsi ke tempat aman. Luapan air mengakibatkan Jalan Raya Kabupaten, Jurusan Wonosari, terputus total. Desa Kartika Jaya dan Bangunsari, terisolir.
Menurut Ketua LSM "Pesut", Pesisir Utara Kabupaten Kendal yang tinggal di Desa Kartika Jaya, sekitar pukul 20.30, luapan Sungai Bodri yang mengalir deras ke luar, memutuskan Jalan Raya Wonosari- Kartika Jaya, sepanjang 30 m. Mengingat, jalur ini merupakan satu- satunya akses keluar masuk bagi warga Bangunsari dan Kartika Jaya yang berada paling ujung utara, terisolir.
Luapan Sungai Bodri yang merusakj 10 tanaman jagung dan 15 tanaman padi, mengalir ke laut melalui Sungai Buntu yang berada di sisi timur Desa Wonosari. Pukul 21.00, sekitar 1.000 rumah warga di Desa Bangunsari, terrenda banjir, setinggi lutut orang dewasa. Belum dilaporkan rumah rusak, maupun korban jiwa.
Banjir Kali Bodri yang terjadi, kemarin malam, merupakan yang paling besar. Sebelumnya, Senin (1/2) malam, ketinggian air di Bendung Juwero, mencapai 2,6 m. Oleh Dinas Binamarga dan Pengarian Kabupaten Kendal, ditetapkan sebagai siaga dua. Sementara semalam, masuk kategori siaga satu.
Menurut Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan Ir H Sugiono, Kepala Badan Kesbangpollinmas Sigit Priyono SE serta Kabag Kesra Drs H Abdul Rohman MH, yang terjun langsung, memantau perkembangan banjir Kali Bodri, beberapa tanggul kritis langsung mendapatkan penanganan khusus.
Di Dusun Tanggulmalang, Kecamatan Cepiring, malam itu juga dilakukan kerja bhakti menambal tanggul yang mulai bocor dengan menggunakan 1.000 karung berisi tanah. Demikian halnya di Penanggulan Kecamatan Pegandon. Warga setempat mendapat droping 200 karung untuk mengatasi tanggul kritis.
Pintu air di Dusun Bodri dan Babadan, Desa Kebonharjo Kecamatan Patebon, ditambal kembali menggunakan karung, setelah satu minggu sebelumnya, mengalami hal serupa. Untuk mengantisipasi kemungkinan yang tidak diharapkan, warga di Kompleks Perumahan Patebon Indah, Bodri, Babadan dan sekitarnya, diminta bersiap untuk dievakuasi sewaktu- waktu.
Beberapa wanita dan lelaki tua, bahkan sudah lebih dulu mengungsi ke Mushola Bodri yang posisinya relatif tinggi. Sedangkan yang muda, selain berjaga di rumah, juga memantau perkembangan dari atas Jembatan Kali Bodri selatan maupun utara serta dari atas tanggul.
Mengingat terjadi penumpukan warga di sekitar Jembatan Kali Bodri selatan, arus lalulintas dari timur (Kendal), yang biasanya lewat Jembatan Kali Bodri selatan, sesekali diarahkan melalui Jalan Raya Jembatan Kali Bodri utara. Pukul 22.15, ketinggian air yang sermula sudah setara dengan ketinggian tanggul, pelan-pelan mulai surut. Arus lalulintas, berangsur-angsur normal kembali. (dar)