. : Wartawan Radar Pekalongan dibekali surat tugas dalam menjalankan aktivitasnya dan dilarang meminta atau menerima uang maupun barang dari sumber berita :.

Mobil Didorong, Kapolres Jalan Kaki



KENDAL - Banjir besar yang terjadi serentak, Minggu pagi kemarin, yang paling parah terjadi di Kelurahan Trompo, Candiroto, Ketapang Kecamatan Kendal, Desa Dampelrejo Kecamatan Pegandon serta Dusun Srogo, Desa Sidorejo Kecamatan Brangsong.
Begitu memasuki pertigaan, jurusan Trompo, ketinggian air di jalan mencapai lutut orang dewasa. Dua mobil dinas yang akan menuju ke lokasi banjir, sempat terperosok di pinggir sawah di Kelurahan Trompo. Mobil terpaksa diselamatkan menggunakan mobil derek Polres Kendal.
Bukan hanya itu, Kapolres Kendal AKBP, Naufal Yahya yang sempat berada di tengah- tengah lokasi banjir, mobilnya kemasukan air, sehingga memutuskan untuk balik ke Trompo kembali sambil jalan kaki. Sementara mobilnya didorong mundur.
Hujan deras yang masih mengguyur wilayah Kendal, membuat Kapolres basah kuyup, karena sama sakali tidak mengenakan mantel maupun payung.
Sesampainya di salah satu rumah warga, baju batik dan kaos dalamnya dicopot, kemudian diperas. "Tolong mas wartawan, jangan difoto ya," ujarnya sembari tertawa.
Ketinggian air yang mencapai dada orang dewasa, membuat salah satu bus angkutan karyawan, milik salah satu perusahaan di Kaliwungu, macet dan terjebak banjir, di jurusan Dempelrejo, sejak Sabtu malam.
Sementara rombongan Wakil Bupati, dengan menggunakan perahu karet menyusuri lokasi banjir dan menyambangi para korban. Ia memerintahkan kepada stafnya untuk secepatnya didroping, makanan, minuman air bersih, dapur umum dan pelayanan kesehatan.
Menurut penjelasan Khaeroman (51) warga RT 11 RW 3, Desa Sukodono Kecamatan Kendal, banjir mulai datang sekitar pukul 06.00. Semakin siang, ketinggian air, kian bertambah. Sejak ia masih kecil, baru sekali ini daerahnya kebanjiran, setinggi sekarang ini. (dar)