** Warga Gunung Telu, Masih Tetap Terisolir
KAJEN - Penanggulangi bencana tanah longsor dan jalan putus
di Gunung Telu, Kutorojo, Kecamatan Kajen belum lama ini. Yang
mengakibatkan terisolirnya sejumlah warga, penanganannya terkesan
lamban. Semenjak bencana terjadi sepekan kemarin, hingga kini warga
masih terisolir.
Hingga kini warga Gunung Telu, paska bencana
tanah longsor, masih dihantui perasaan was-was. Warga betul-betul
dilanda rasa kecamasan, hampir kurang lebih sepekan jalan putus akibat
longsoran, warga terus bertahan dalam pengungsian dirumah-rumah
tetangga. Aktivitas jalur ekonomi juga belum kembali pulih. Warga hanya
menunggu tangan panjang pemerintah, yang tak kunjung datang.
"Akibat
jalan putus sepekan kemarin, hingga kini keberadaannya belum berubah.
Sama sekali belum mendapatkan penanganan. Kalaupun ada hanya bantuan
sembako. Kenapa penanganan jalan putus tak secepatnya ditangani yang
merupakan infrastruktur vital. Pemerintah terkesan lamban," ujar pemuda
asal Gunung Telu, yang namanya enggan dikorankan, kemarin.
Lanjut
dia, mestinya begitu ada bencana, minimal ada penanganan pertama. Tidak
harus menunggu berlarut-larut seperti ini. Hingga kini, warga diambang
tidak kejelasan, meski harus hidup terus mengungsi.
Sementara
itu Kepala Kesbanglinmaspol Kabupaten Pekalongan, Sigit Sridoyo ketika
dikonfirmasi mengatakan, untuk sementara ini untuk bencana tanah
longsor di Gunung Telu masih dalam kajian tim teknis, baik dari pemda
maupun provinsi.
Kata dia, tim sudah turun kelapangan, untuk
dapat mendesain penanganan akibat bencana Gunung Telu. "Rencana awal
akan dibuat jalan baru, dengan menggebral makam warga yang letaknya
diatas jalan yang ambrol. Namun demikian, karena disitu ada pohon besar
yang katanya dikeramatkan warga Gunung Telum. Hrapan kami semoga
penanganan di Gunung Telu dapat secepatnya tertangani, sambil menunggu
hasil tim teknis dari provinsi," ujar Sigit.(ap5)