. : Wartawan Radar Pekalongan dibekali surat tugas dalam menjalankan aktivitasnya dan dilarang meminta atau menerima uang maupun barang dari sumber berita :.

Bupati: Banyak Hutang, Kinerja Guru Tak Optimal

Kamis, 29 Juli 2010 22:26:37 - oleh : admin

AHMAD JUNAEDI
PRESTASI - Bupati Pekalongan Dra Hj Siti Qomariyah MA menyerahkan piala kepada siswa yang berprestasi.

Evaluasi UASBN SD/MI Tahun Ajaran 2009/2010 di Aula GPU

Dalam sebuah guyonan, seorang kawan mengaku heran dengan fenomena para pegawai. Mereka bekerja di instansi maupun sekolah sekolah, padahal
SK PNS mereka ada di bank. Lucu gak sih?


KARENA pinjaman hutang dengan jumlah banyak, yang dilakukan oleh guru PNS dengan menggadaikan SK ke pihak bank, dengan sistem potong gaji, hal ini berdampak terhadap kinerja guru PNS yang tidak optimal dalam menjalankan tugas.
"Banyak guru yang meminjam uang dengan jumlah yang besar, dengan mengadaikan SK -nya di bank. Sehingga setiap gajian hanya mendapatkan gaji sebesar Rp100," ucap Bupati Pekalongan Dra Hj Siti Qomariyah MA, saat sambutannya dalam rangka evaluasi UASBN SD/MI tahun ajaran 2009/2010 di aula GPU, Kamis (29/7).
Menurutnya, hal tersebut adalah sebuah tindakan yang tidak menyalahi aturan, namun kondisi ini harus disadari akan membuat semangat mengajar guru akan menurun. Kondisi ini terangnya, tanpa disadari, secara langsung akan berdampak terhadap kinerja guru yang tidak profesional lagi dalam bertugas, lantaran gaji yang diterima setiap bulannya, hanya menyisakan sangat sedikit.
Para guru, kata dia, harus bisa untuk mengatur kondisi agar profesional dalam pekerjaan yakni mengajar, memberikan pendidikan terhadap generasi penerus agar mendapatkan sistem pembelajaran yang bermutu.
Dikatakan Qomariyah, UNAS saat ini di Kabupaten Pekalongan yang semula ditingkat 33 se Provinsi Jateng telah menjadi peringkat 31. Kondisi tersebut perlu ditingkatkan kinerja para guru, sehingga dapat melesat hingga diperingkat yang lebih baik.
Dijelaskan bupati, pihak guru dan sekolah hendaknya dapat menjadikan UASBN yang jujur, dengan tidak membiarkan kesalahan kolektif, yang akan menjadikan keberhasilan mutu didunia pendidikan.
"Saat ini gaji guru telah di atas UMK, sehingga kalau siap jadi guru harus siap bertangung jawab, dan kami selaku pemerintah akan selalau siap untuk mendukung majunya pendidikan di Kabupaten Pekalongan," tegasnya yang disambut meriah tepuk tangan tanda setuju para kepala sekolah dan MI se Kabupaten Pekalongan sebanyak 649 yang memenuhi ruang gedung GPU.
Dalam kesempatan tersebut Bupati Pekalongan Dra Hj Siti Qomariyah memberikan penghargaan terhadap 12 pelajar yang berprestasi mendapatkan peringkat tertinggi  dalam mendapatkan nilai UASBN.
Mereka antara lain, Galuh Setyo Pratiwi, Anisa Fitriyani, Ani Ramadani, Anggita Silvana, Iffan Roxaqurrohman, Cindy Halixaari dan Fahrurrozi yang merupakan dari siswa SDN 1 Doro, sedangkan M Saiful Bahri dari SDN Coprayan, Buaran, Desiana Fajari Astuti SDN Bener, Nadiya Ramadani dari SDN Kepatihan,  Wiradesa dan Ririn Novitasari dari SDN 03 Rowoyoso Kecamatan Wonokerto.
Selain prestasi dua belas besar dari siswa dalam perolehan nilai UASBN, bupati juga memberikan penghargan  tiga sekolah prestsi yakni SDN 1 Doro, SDN Purwodadi, Sragi dan SDN 1 Pekuncen Wiradesa. (*)

kirim ke teman | versi cetak

Berita "Kajen" Lainnya