. : Wartawan Radar Pekalongan dibekali surat tugas dalam menjalankan aktivitasnya dan dilarang meminta atau menerima uang maupun barang dari sumber berita :.

Kakek Ditemukan Tewas Gantung Diri

Kamis, 29 Juli 2010 22:25:40 - oleh : admin

ARIFIN
MENUNJUKKAN - Salah satu warga Dukuh Pakisireng Desa Wangelang menunjukkan lokasi Sawi yang melakukan bunuh diri.

KANDANGSERANG - Seorang kakek warga Dukuh Pakisireng RT 08 RW 04 Desa Wangelang Kecamatan Kandangserang, Sawi (65), Rabu (28/7) sekitar pukul 09.00 WIB ditemukan tewas tergantung.
Informasi yang berhasil dihimpun Radar, Kamis (29/7), Sawi diketahui memiliki beberapa penyakit kronis, seperti liver dan kronis. Selain itu, dari beberapa sumber, Sawi mengalami gangguan kejiwaan. Diduga penyakit yang diderita tak kunjung sembuh, Sawi mengakhiri hidupnya dengan menggantung diri di kebun kosong miliknya sendiri. Di sebuah batang pohon, Sawi mengikatkan tali tambang, yang selanjutnya untuk mengikat batang lehernya.
Penemuan mayat Sawi, kali pertama yang memergoki istrinya sendiri, Siti (60). Pada saat itu, Siti hendak menyusul Sawi ke kebun untuk mengantarkan ransum makanan. Dikarenakan, posisi jasad Sawi yang menggantung berada di bawah. Siti sekitar jarak 20 meter dapat melihatnya. Selanjutnya, dia berteriak dan meminta tolong pada warga desa.
Tak berapa lama kemudian, puluhan warga menunjungi lokasi gantung diri Sawi, untuk mengevakuasinya. Setelah berhasil diturunkan dari tali tambang yang mengikat batang lehernya, Sawi segera dibawa ke rumahnya. Aparat kepolisian gabungan dari Polres Pekalongan dan Polsek Kandangserang, langsung menuju lokasi penemuan jasad Sawi untuk olah TKP.
Siti saat ditemui Radar mengungkapkan, dirinya tidak menyangka suaminya berani berbuat nekat dengan menggantung diri seperti itu. Pasalnya, Siti menambahkan, tiap siang hari Sawi selalu ke kebun kosong, hanya untuk sekedar membersihkannya. Namun pada hari naas itu, Sawi berangkat ke kebun pada pagi hari, dan tidak pamit pada anggota keluarga lain.
"Kulo mboten nyongko, bapake ngantos koyo niku (Saya tidak menyangka, bapaknya hingga seperti itu)," ucapnya lirih.
Keesokan harinya, jasad Sawi baru dikebumikan di pekuburan desa. Semua sanak saudara, terutama salah satu anaknya yang tinggal di Jakarta, dengan berkumpul bersama.
Kades Wangelang, Rasul saat ditemui terpisah mengungkapkan, pihaknya ikut berbelasungkawa atas meninggalnya Sawi. Rasul mengharapkan, pihak keluarga yang ditinggalkan semoga bersabar atas kematiannya itu. "Saya harap pihak keluarga tetap bersabar," ujarnya.
Kapolres Pekalongan AKBP Edy Murbowo melalui Kapolsek Kandangserang Prajoko Umar, mengatakan dari hasil olah TKP tidak ditemukan tanda-tenda yang mencurigakan, baik di tubuh korban maupun di sekitar TKP. "Tidak ditemukan tanda-tanda mencurigakan, memang bunuh diri," ucapnya. (fin)

kirim ke teman | versi cetak

Berita "Kajen" Lainnya