
HASAN ZAELANI
MENARA - Sejumlah panitia masjid Al Ikhlas saat melihat menara masjid, kemarin.
*) Tinggi Menara Dianggap Tak Sesuai Spek
*) Ricsa Serahkan Pembangunan Kepada Kaelani
*) Kaelani: Saya Hanya Menanyakan
PEKALONGAN - Pembangunan mesjid Al Ikhlas, khususnya pada bagian menara disoal. Hal ini berawal dari Kaelani, anggota seksi pembangunan mesjid tersebut. Dia menganggap jika menara mesjid Al Ikhlas dianggap tidak sesuai spek. Karena tingginya dianggap tidak mencapai 33 meter.
Imbasnya, panitia pembangunan masjid yang dipimpin oleh Ricsa Mangkulla, menyerahkan sisa pembangunan mesjid tersebut kepada Kaelani, pihak yang menganggap tinggi menara tidak sesuai spek.
Menurut pengakuan Ricsa, Kaelani sudah melaporkan kepada Agung selaku konsultan perencana Pemkot Pekalongan, bahwa tinggi menara tersebut kurang dari 33 meter.
Kontan saja selaku ketua pembangunan proyek masjid tersebut, Ricsa merasa geram. "Dia (Kaelani-red) sudah mengklaim kepada Agung jika tinggi menara kurang dari 33 meter. Untuk itu, mulai sekarang, panitia lapangan menyerahkan pembangunan mesjid Al-Ikhlas ini sepenuhnya kepada Kaelani," ungkapnya, kemarin.
Hal itu baru diketahuinya ketika Ricsa mengkonfirmasikannya kepada Agung. Padahal, lanjut dia, ketinggian menara tersebut sudah dihitung dan tingginya sudah sesuai yakni 33 meter dengan puncak paling tinggi yakni penangkal petir.
Pihak pelaksana pembangunan masjid pun berinisiatif mengkukur tinggi menara masjid dengan mengundang Kaelani, Rabu (28/7), namun Kaelani tidak datang. "Hari ini kami mengundang Kaelani untuk mengukur bersama-sama tinggi menara itu. Tapi dia tidak datang," tegasnya.
Hal senada juga dikatakan Ir Bingar Sidartha, selaku pelaksana proyek pembangunan masjid. "Kami dari tim panitia sangat menyayangkan ucapan pak Kaelani. Saat proses pembangunan mesjid, dia tidak pernah datang. Tapi ketika sudah jadi, malah bicara seperti itu," ujarnya.
Begitu pula dengan ungkapan Oni Ruseno, anggota tim pelaksana lainnya. "Harusnya kalau mau ngasih masukan itu waktu belum jadi, ini sudah jadi malah dikomentari dan dituduh yang tidak-tidak. Mulai sekarang kita serahkan sepenuhnya kepada pak Kaelani agar pembangunan mesjid lebih baik," jelasnya.
Sementara itu, Kaelani, saat dikonfirmasi Radar di Bappeda Kota Pekalongan, mengatakan jika dia hanya menanyakan kepada Agung terkait tinggi menara itu.
"Saya hanya konfirmasi ke Pak Agung selaku konsultan perencana, tinggi menara 33 meter itu sampai dimana. Dan menurut saya hal ini wajar saja jika saya tanyakan," ungkapnya.
Saat ditanya terkait penyerahan kewenangan sisa pembanguna mesjid itu kepadanya, kaelani hanya menjawabnya singkat. "Loh, itu kan bukan kewenangan saya. Jadi tidak perlu didramatisir," jawabnya.
Dia juga memaparkan alasannya mengapa tidak datang dalam agenda pengukurang bersama mesjid yang sudah diagendakan sebelumnya. "Mobil saya mogok, jadi saya tidak bisa datang. Dan saya sudah SMS pak Ricsa," pungkasnya. (san)