. : Wartawan Radar Pekalongan dibekali surat tugas dalam menjalankan aktivitasnya dan dilarang meminta atau menerima uang maupun barang dari sumber berita :.

Desa Beli Lahan, Warga Gotong Royong Bangun Irigasi Darurat

Rabu, 10 Maret 2010 09:13:21 - oleh : admin

ADITYA
LONGSOR - Sisi tebing bagian timur Sungai Arus longsor akibat banjir yang terjadi hampir setiap sore.

Tebing Sungai Arus Longsor, Saluran Air Warga Terputus

SUNGAI arus yang membatasi wilayah Kecamatan Tersono dengan Kecamatan Limpung mengalami longsor pada tebing sungai bagian sisi timur. Tebing yang longsor masuk pada wilayah Desa Rejosari Barat Kecamatan Tersono.
Hal tersebut mengakibatkan saluran air irigasi persawahan yang berada di atas tebing sungai ambrol, sehingga areal persawahan di bagian utara Desa Rejosari Barat serta Desa Tanjungsari kurang mendapat pasokan air.
Diduga curah hujan yang cukut tinggi di bagian hulu sungai mengakibatkan hampir setiap sore terjadi banjir di Sungai Arus. Kondisi tersebut membuat tebing sungai bagian Sungai Arus yang membelok terhantam aliran air deras hingga terjadi longsor.
Menurut Susanto warga Dukuh Pejaten Desa Rejosari Barat bersama dengan warga petani penggarap sawah mengungkapkan, warga telah membuat saluran air sementara dengan memotong tebing di atas longsoran. "Dengan memotong tebing tersebut air tetap dapat mengalir ke areal persawahan," ungkapnya.
Kegiatan gotong-royong pembuatan saluran air baru yang bersifat darurat ini dapat dilaksanakan setelah pihak Desa Rejosari Barat memberikan bantuan dana sebesar Rp 840 ribu untuk pembelian lahan tebing sepanjang 28 meter milik Sardani warga Desa Rejosari Barat.
Ditambahkan Susanto, bahwa sebenarnya kebutuhan dana adalah sejumlah Rp 1,5 juta untuk pembayaran tanah tebing di atas longsoran milik Sardani serta untuk biaya tenaga kerja.
Pihak Desa Rejosari Barat hanya bisa memberikan dana untuk pembayaran tanah tebing dan kegiatan pembuatan saluran air baru dilaksanakan dengan gotong-royong semua petani dari Rejosari Barat serta Tanjungsari yang turut menikmati aliran air dari saluran yang terputus tersebut.
Diharapkan oleh warga bahwa Pemerintah dalam hal ini Dinas terkait segera melakukan tindakan pembangunan saluran air baru secara permanen sehingga tidak akan terjadi kekuarangan pasokan air bagi areal persawahan di wilayah Desa Rejosari Barat bagian utara serta Desa Tanjungsari. (*)

kirim ke teman | versi cetak

Berita "Batang" Lainnya