. : Wartawan Radar Pekalongan dibekali surat tugas dalam menjalankan aktivitasnya dan dilarang meminta atau menerima uang maupun barang dari sumber berita :.

Kapal Siaga Bencana Tenggelam

Rabu, 10 Maret 2010 09:11:21 - oleh : admin


KAPAL siaga bencana milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap, tenggelam di perairan kawasan dermaga penyeberangan Lomanis Kecamatan Cilacap Tengah.
Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut, karena kapal dihempas angin dan gelombang besar hingga tenggelam saat sedang bersandar di dermaga penyeberangan Lomanis yang sekaligus menjadi home base kapal tersebut.
Kapal bantuan Menko Kesra tahun 2009 itu, tenggelam sejak pukul 23.00 Senin malam. Hingga kemarin siang, proses evakuasi masih berlangsung.
Proses evakuasi berjalan lambat karena hanya menggunakan peralatan sederhana berupa drum yang diisi air untuk menahan badan kapal.
Petugas gabungan dari BPBD bersama pihak ketiga dari CV Sinar Cendana terlihat kerepotan mengangkat badan kapal yang sudah dipenuhi air. Hingga kemarin siang, sebagian badan kapal sudah menyembul ke permukaan setelah diganjal dengan 18 drum.
Sebelumnya, seluruh badan kapal nyaris tenggelam. Hanya beberapa sentimeter bagian atas kapal yang terlihat dari tepi dermaga. Informasi yang berhasil dihimpun Radarmas menyebutkan, peristiwa naas itu terjadi saat turun hujan lebat disertai angin kencang dan gelombang tinggi di sekitar dermaga penyeberaangan Lomanis Senin malam.
Kapal yang sedang bersandar tiba-tiba terguncang hebat saat datang gelombang besar disertai angin kencang. Akibat goncangan yang sangat kuat, kapal naas itu oleng hingga air gempasan gelombang masuk memenuhi seluruh ruang kapal.
Sampai kemarin sore, belum diketahui komponen kapal yang rusak maupun nilai kerugian. Yang jelas, kapal yang desainnya mirip mobil itu dilengkapi dengan berbagai peralatan canggih seperti radio komunikasi, radar serta mebeler. Proses evakuasi juga masih berlangsung.
Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Kabupaten Cilacap Dangir Mulyadi SSos MM ketika dikonfirmasi Radarmas mengatakan, penyebab tenggelamnya kapal itu masih dalam penyelidikan.
Namun kuat dugaan, kapal tersebut tenggelam akibat tidak berfungsinya klep pembuangan air. “Penyebab pastinya kami belum tahu. Tapi ada dugaan, klep pembuangan tidak berfungsi, sehingga air masuk ke lambung kapal,”jelas Dangir.
Menurut Dangir, proses evakuasi pertama kali dilakukan pada pukul 03.00 Selasa dini hari kemarin.  Namun air yang masuk ke dalam kapal yang jumlahnya sangat banyak, sehingga menyulitkan proses evakuasi.
“Sambil ditarik, di bagian bawah kapal ditaruh drum untuk menahan badan kapal. Semula hanya menggunakan 6 drum. Tapi karena terlalu berat, drum kemudian ditambah menjadi 12 untuk menopang proses evakuasi. Siang ini (kemarin siang, Red) drum kita tambah lagi mendadi 18. Mudah-mudahan posisi kapal bisa normal lagi,” imbuhnya. (din)

kirim ke teman | versi cetak

Berita "Nasional" Lainnya