HERMAS PURWADI
FOTO - Zaenal menunjukkan foto buah hatinya sebelum musibah terjadi saat menunggui anaknya di ruang ICU RSUI Harapan Anda, kemarin.
TRAGIS! Itulah nasib yang dialami Muhammad Ali Saputra yang saat ini berusia 15 bulan. Putra pasangan buruh tani Zaenal (35) dan Maemanah (25) warga Desa Banjaranyar RT 05/ RW 01 Kabupaten Brebes.
Putra semata wayangnya harus mengalami luka bakar di sekujur wajah dan kedua tangannya, setelah dia terjerembab masuk dalam kubangan sampah yang di dalamnya terdapat kobaran api. Musibah tragis itu dialami korban saat berusia 8 bulan.
Upaya penyembuhan yang dilakukan kedua orang tuanya tidak maksimal. Maklum mereka hanya berpenghasilan kecil , sehingga upaya untuk menyembuhkan anak semata wayangnya hanya sebatas memberikan salep dan obat cairan penghilang rasa nyeri yang dibelinya dari apotek.
Informasi yang berhasil dihimpun, petaka terjadi ketika korban diajak kedua orang tuanya berkunjung ke rumah nenek (ibu dari istrinya) ke wilayah Desa Kalisalak Kabupaten Batang.
Saat itu, ibu korban sedang mandi dan menitipkan korban pada sang nenek yang juga berprofesi sebagai penjual pring didesanya.
"Nenek tidak kosentrasi mengawasi anak saya, sebab dia juga harus melayani pembeli. Dia hanya dimasukkan dalam keranjang bulat beroda yang layaknya digunakan balita untuk belajar berjalan. Hingga dia masuk dalam kubangan sampah yang didalamnya terdapat kobaran api, yang berasal dari pembakaran sampah yang dilakukan oleh buyutnya," terang ayah korban saat menunggui anaknya diruang ICU RSUI Harapan Anda, Selasa (9/3) kemarin.
Korban pun terjilat api diseluruh wajahnya, dada, dan kedua tangannya. Hingga akhirnya pihak RSUI Harapan Anda berempati untuk membantu proses penyembuhan balita malang tersebut.
Direktur RSUI Harapan Anda Dr Shahabiyah MMR menyatakan pihaknya membentuk tim yang beranggotakan delapan dokter untuk melakukan tahapan operasi penyembuhan pasien. Dimana tim dokter kali ini dikepalai Dr Irawan spesialis bedah.
"Operasi kami lakukan melalui tahapan. Dimana tahap awal yang kita sudah lakukan adalah pembenahan pada kedua mata korban yang selama setahun tidak bisa menutup. Hal yang sama juga terjadi pada mulut, dan kami juga melakukan pemisahan leher yang melekat dengan dagu dan dada. Selebihnya juga kami lakukan pembenahan pada siku yang sudah melepuh dan tidak bisa diluruskan," terang dokter Irwan.
Di operasi tahap awal kemarin juga dilakukan upaya pembenahan jari-jari tangan korban yang tidak bisa membuka.
"Setelah operasi tahap awal rampung, pasien kami ijinkan pulang untuk penyembuhan dan bisa datang kemabali setelah tiga bulan untuk menjalani operasi tahap II. Dimana ditahap lanjutan nanti kami akan melakukan upaya memperbaiki hidung yang sudah tidak berbentuk, memperbaiki jari dikedua tangannya, dan rekontruksi otot disekitar mulut. (her)