. : Wartawan Radar Pekalongan dibekali surat tugas dalam menjalankan aktivitasnya dan dilarang meminta atau menerima uang maupun barang dari sumber berita :.

5 Rumah Terancam Longsor

Selasa, 9 Februari 2010 01:07:16 - oleh : admin

WASIS WAHYUDI
LONGSOR - Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan sedang meninjau longsor bersama dengan Dinas Pengairan, Pertambangan, Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Pekalongan.

*) Berada di Bantaran Sungai Kaliwadas
*) Kejadian Jumat (29/1) Siang
*) Belum Ditangani, Warga Aktifkan Ronda


KESESI
– Lima dari 10 rumah yang berada di bantaran sungai Kaliwadas Rt 11 Rw 02, Desa Sidomulyo, Kecamatan Kesesi, terancam longsor. Rata-rata rumah yang terancam ini berada di bibir sungai Kaliwadas yaitu rumah milik Muhyidin (57), Kudori (55), Nurwahid (30), Bangkit (48) dan Daumi (60).
Dapur rumah Muhyidin sudah terbawa longsor hingga turun ke dasar sungai. Ketinggian tebing yang longsor sendiri hingga puluhan meter. Sejumlah pohon juga telah terbawa longsor seperti sengon, salam, sukun, jeruk, dan tiga rumpun bambu. Selain itu, kolam lele berukuran 8x7,5 meter terbuat dari tembok sebagian sudah menggantung.  
Muhyidin yang dapurnya terbawa longsor mengungkapkan, longsor terjadi sekitar Jumat (29/1) siang sekitar pukul 13.00 WIB. ''Dapur yang terbawa longsor, berisi peralatan dapur dan peralatan pertukangan serta sepeda onthel,'' tuturnya.
Ditambahkan Abdul Jalil sebagai tokoh masyarakat setempat mengungkapkan, setelah longsor terjadi sepekan yang lalu setiap malam warga lima rumah tidak tenang. ''Kami dan perwakilan warga, setiap malam mengadakan ronda secara bergiliran,'' ujarnya.
Diharapkan, pemerintah kabupaten (Pemkab) Pekalongan untuk memperbaiki lokasi longsor tebing bibir sungai Kaliwadas. Karena, mengancam lima rumah yang berada di bantaran sungai.
''Sebagaian tanah yang berada di bawah sudah longsor, tetapi dilihat dari atas permukaan masih utuh. Sangat membahayakan bagi, penghuni rumah yang berada di dekatnya,'' kata Abdul Jalil.  
Sedangkan perangkat Desa Sidomulyo, Jambari menyebutkan, dari 10 rumah, yang sangat rawan longsor sekitar lima rumah. Sebab, rumah itu posisinya sudah berada di tebing sungai Kaliwadas. ''Sejauh ini, warga masih berupaya mempertahankan rumahnya meski, terancam longsor,'' terangnya.
Dikatakan, jarak dari rumah warga ke bibir tebing sungai Kaliwadas sekitar sepanjang 15 meter. Sejumlah tanah tersebut, sudah longsor hingga di dasar sungai.  ''Setelah terjadi longsor, untuk sementara warga bergotong-royong membuat pancangan menggunakan bambu yang diambil dari rumpun sudah terbawa longsor,'' ungkapnya.
Sementara, Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Asip Kholbihi saat kunjungan kerja (Kunker) dilokasi longsor Senin (8/2) kemarin mengatakan, Provinsi Jawa Tengah yangbertanggungjawab terhadap longsor di sungai Kaliwadas. Dengan demikian, Pemkab Pekalongan akan mengajukan laporan kepihak Provinsi.
''Akan dilaporkan dalam minggu ini ke pihak Provinsi Semarang mengenai longsor tersebut. Harus adanya koordinasi antara Pemerintah Provinsi dan Pemkab Pekalongan,'' jelasnya.   
Menurutnya, perlu secepatnya untuk ditanggulangai longsor tebing bibir sungai yang mengancam lima rumah warga. ''Pemkab akan melakukan penaggulangan longsor, sesuai kemapuan keuangan daerah,'' jelasnya.
Terpisah, Kepala Dinas Pengairan, Pertambangan, Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Pekalongan Bambang Pramukamto menjelaskan, dilokasi longsor merupakan jenis tanah pasir, maka dengan adanya perlemahan dibagaian tanah bawah mengakibatkan lapisan tanah yang atas longsor. ''Akan dilakukan bronjong di tebing bibir sungai yang longsor untuk mengantisipasi longsor susulan,'' jelasnya. (ap1)

kirim ke teman | versi cetak

Berita "Kajen" Lainnya