. : Wartawan Radar Pekalongan dibekali surat tugas dalam menjalankan aktivitasnya dan dilarang meminta atau menerima uang maupun barang dari sumber berita :.

Dokter Cocokkan Pembuluh Darah Ibunda Bilqis

Selasa, 9 Februari 2010 01:06:05 - oleh : admin

Babak Baru Perjuangan Bilqis, Balita yang Akan Jalani Cangkok Hati

DEWI Farida, ibunda balita pengidap atresia billier Bilqis Anindya Passa, 17 bulan, terus disiapkan menjadi pendonor hati kepada buah hatinya. Senin (8/2) kemarin, tim cangkok hati RSUP dr Kariadi Semarang mencocokkan ukuran pembuluh darah Dewi dengan Bilqis. Ukuran pembuluh darah yang tidak terlalu berbeda antara pendonor dan resipien akan memudahkan operasi transplantasi yang dilakukan.
Ketua tim cangkok hati, Prof Dr dr AG Soemantri Hardjojuwono SpAK mengatakan, besar pembuluh darah Dewi saat ini sedang diukur. “Kami berharap ukuran pembuluhnya sama agar perubahan yang dilakukan tidak terlalu banyak,” katanya kepada Radar Semarang kemarin. Besar pembuluh, lanjut konsultan Hematologi dan Oncologi itu, harus diketahui  pasti dan tidak boleh dikira-kira.
Dia menyatakan, dari pemeriksaan sementara, kondisi tubuh Bilqis maupun Dewi cukup baik. Artinya, hati Dewi hampir pasti dijadikan donor bagi balita yang kini sedang dirawat intensif di ruang Merak tersebut.
Soemantri mengakui, Dewi saat ini diarahkan menjadi pendonor. Sebab, semangat ibu dua anak itu untuk menyelamatkan nyawa Bilqis cukup tinggi. Selain itu, sebagai ibu, Dewi dianggap lebih memahami kondisi anaknya, karena sudah mengandung Bilqis selama 9 bulan. “Selain itu, kemungkinan besar jaringannya banyak yang cocok,” kata dokter spesialis anak tersebut.
Dari pemeriksaan sementara, kondisi tubuh Bilqis cukup bagus. “Paru-parunya bagus, jantung juga. Secara umum kondisinya baik,” katanya. Soemantri menyatakan, adanya sejumlah sukarelawan yang rela mendonorkan hatinya untuk Bilqis, untuk sementara belum diperlukan. Mereka, lanjutnya, juga belum diperiksa. “Pemeriksaan menyeluruh kan biayanya sampai jutaan. Jadi sementara kami fokus memeriksa ibunya dulu.”
Hal tersebut juga dikuatkan anggota tim cangkok hati, dr Hirlan Sp.PD KGEH. Menurut Hirlan, tim medis masih mengintensifkan pemeriksaan terhadap Dewi. “Tim memang mengupayakan agar donor hati dicangkokkan dari orangtua Bilqis. Tim juga mempertimbangkan risiko karena golongan darah tidak sama.”
Menurutnya, keputusan menentukan pendonor hati masih terus dirapatkan setiap hari berdasarkan pemeriksaan kesehatan. “Setelah semua pemeriksaan selesai, baru tim akan memutuskan siapa yang terpilih menjadi pendonor,” katanya. Hari ini, Selasa (9/2), tim dokter rencananya akan menggelar jumpa pers tentang perkembangan terakhir Bilqis.
Terpisah kakek Bilqis, Ocam Sjamsier mengatakan, pihak keluarga belum diberi tahu terkait hasil pemeriksaan Dewi. “Keluarga masih menunggu keputusan tim dokter.”  Dia berharap salah satu dari orangtua yang dinyatakan oleh tim medis, cocok untuk menjadi pendonor, meski banyak pendonor dari luar anggota keluarga yang menawarkan diri.  Sjamsier menambahkan tidak ada yang perlu dikhawatirkan atas kondisi Bilqis saat ini. (ric/isk/jat)

kirim ke teman | versi cetak

Berita "Nasional" Lainnya