TRIYONO
TEWAS - Retno Partini warga Pasirsari korban terlindas bus pariwisata Persada di Jalan Pemuda.
PEKALONGAN – Kecelakaan tragis yang merenggut korban nyawa manusia terjadi di wilayah Pantura Pekalongan, Senin (8/2) sekitar pukul 10.00 WIB kemarin. Retno Partini (35), warga Jalan Pramuka Kelurahan Pasirsari Pekalongan Barat, tewas setelah terjatuh dari motor, dan tubuhnya terlindas bus Persada di Jalan Pemuda, tepatnya depan Masjid Suhada.
Informasi yang dapat dihimpun Radar dari sejumlah saksi, korban pagi itu mengendarai motor jenis Supra dengan nomor polisi G 4625 TA, dari arah utara menuju selatan.
Sebenarnya korban tidak mengemudikan motornya dengan kencang. Namun dengan padatnya kendaraan, korban ternyata harus berada di tengah-tengah antara kendaran bus pariwisata Persada bernopol G 1444 BL dengan mobil sejenis panther.
Saat itulah, insiden terjadi. Korban tersenggol mobil sejenis panther hingga oleng dan jatuh hingga masuk kolong bus Persada. Dalam hitungan detik, korban langsung terlindas ban bus hingga tewas seketika di lokasi dengan luka parah di bagian kepala.
Usai insiden yang meninggalkan jejak banyak darah di aspal ini, pengendara mobil sejenis panther memilih kabur. Sementara pengendara bus Persada, menepikan kendaraannya, namun pengemudi dan keneknya juga kabur.
Karena dekat dengan pos polisi, petugas di sana langsung melakukan evakuasi dan melacak pengendara lain yang diduga terlibat.
Kepala Bagian Operasional (KBO) Satlantas Polresta Pekalongan AKP Agus Riyanto saat ditemui Radar di tempat kejadian membenarkan insiden ini. "Sepeda motor oleng, lalu jatuh dan Kemudian terkena bus pariwisata persada. Korban luka serius di bagian kepala, karena terlihat parah sehingga langsung dibawa ke Rumah Sakit," terangnya.
"Baru saja kami akan menghubungi pihak keluarga, karena korban mengendarai sepeda motor sedirian," tegasnya sembari memperlihatkan Surat Ijin Pengemudi (SIM) yang dikeluarkan dari tas milik korban.
Radar yang datang setelah kejadian, juga melihat tiga orang petugas polisi yang sedang melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), sementara beberapa petugas polisi lainnya mengatur lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan.
Insiden ini juga membuat ratusan orang yang lewat berkerumun ingin melihat secara langsung. Polisi sendiri kemudian menaburi darah yang berceceran dengan pasir. Korban sendiri, langsung dibawa ke Rumah Sakit Kraton di Jalan Veteran dan ditempatkan di kamar Jenazah. (ap7)