
ANWAR FATONI
LUKA - Luka sayatan akibat terkena pisau yang dilakukan pelaku pencurian masih membekas di leher Siamah.
*) Pelaku Masih Tetangga
*) Korban Sempat Diseret
BATANG - Aksi nekat dilakukan pelaku pencurian yang teridentifikasi berinisial By (14), warga Dukuh Katibayan Rt 2 Rw 2 Kelurahan Proyonanggan Utara Kecamatan/Kabupaten Batang, Sabtu (6/2) sore. Gagal mendapatkan barang yang dicarinya, membuatnya kalap dan membacok pemilik rumah.
Akibatnya, pemilik rumah yang tidak lain masih tetangganya sendiri, Siamah (32), yang tinggal di Rt 3 Rw 2, terpaksa dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Kalisari Batang, setelah mengalami luka-luka di leher dan kepalanya.
Berdasarkan penuturan korban saat ditemui di salah satu ruang di RSUD Kalisari Batang, Minggu (7/2) kemarin, insiden tersebut berawal saat dirinya pulang dari tempatnya bekerja. Sebelum menuju rumahnya, dia menyempatkan diri menengok anaknya Vika Dewi (2) di rumah ibu korban, yang hanya berjarak beberapa meter.
"Ketika sampai di rumah sekitar pukul 17.00 WIB, saya kaget dengan kondisi di dalam. Saya lihat kamar sudah acak-acakan, berikut lemari baju," ungkap Siamah.
Namun karena saat ditinggal rumahnya terkunci rapat dan merasa tidak ada barang yang hilang, korban akhirnya tidak terlalu menghiraukan. Kemudian dia mengunci pintu rumahnya dari dalam, karena akan mandi.
Saat melangkah ke belakang menuju kamar mandi, Siamah dikagetkan dengan keberadaan By di dalam rumah bagian belakang yang belum beratap. Korban sempat menanyakan ikhwal keberadaan By di dalam rumahnya. Pertanyaan itu justru tidak dijawab, By justru mengejar korban sambil mengancam.
"Saya kaget kok dia bisa ada di dalam rumah. Ketika ditanya saya langsung dikejar ke dalam rumah. Dari belakang dia langsung memukul kepala saya dengan kayu (bakar)," terang korban didampingi kakaknya, Abdurrohim.
Aksi penganiayaan tidak berhenti di situ. Begitu korban tersungkur, By mengambil pisau dapur yang ditemukannya dan menusukkan ke kepala korban hingga tiga kali. Tidak hanya itu, dengan pisau yang lain pula By berusaha menggorok leher bagian kiri korban. Sambil berusaha memberikan perlawanan, korban berteriak meminta tolong. Hingga membuat By ketakutan dan mengurungkan niatnya.
Khawatir menjadi korban amukan warga, By melarikan diri melalui belakang dengan memanjat tembok setinggi 2,5 meter. Pelaku sendiri diduga juga masuk ke rumah korban melalui jalur yang sama.
Mendengar teriakan itu, Nastain, tetangga korban, langsung mendatangi rumah tersebut. Namun karena pintunya terkunci dari dalam, Nastain berlari ke rumah orang tua korban. Kemudian dibantu warga, pintu rumah korban langsung didobrak. Saat itulah warga mendapati korban tersungkur di lantai rumah dengan bersimbah darah.
Melihat luka dan darah yang terus mengucur dari kepala korban, tanpa berpikir panjang warga membawanya ke IGD RSUD Kalisari Batang. Dari hasil pemeriksaan didapati korban mengalami luka robek di tiga bagian dan terpaksa mendapat beberapa jahitan.
Sementara itu, suami korban, Ramudi (38), mengatakan bila istrinya sempat diseret pelaku. "Dari dalam rumah istri saya katanya sempat diseret mau dibawa ke belakang rumah. Kebetulan saat itu saya tidak ada di rumah, sedang jualan," terangnya.
Ketua Rt 3, Untung Danuri, ketika ditemui kemarin membenarkan bila salah seorang warganya menjadi korban pembacokan yang dilakukan tetangganya sendiri. "Memang benar ada warga kami yang menjadi korban pembacokan. Namun saat kejadian saya juga tidak ada di rumah, sedang berjualan. Ketika pulang sekitar pukul 18.00 saya lihat ada ramai-ramai," ujarnya.
Kejadian yang dialami warganya tersebut telah dilaporkan pada pihak Kepolisian. Bahkan beberapa barang bukti yang diduga digunakan oleh pelaku sudah diamankan, diantaranya kayu sepanjang 40 cm, dua buah pisau yang salah satunya sudah bengkok, dan sebuah kandang ayam yang rusak dan terdapat bercak darah.
"Pelaku sekarang sudah kabur tidak tahu kemana. Pihak keluarganya, baik bapaknya maupun kakaknya, juga telah mencari. Namun katanya tidak ketemu," tandas Untung. (ton)