. : Wartawan Radar Pekalongan dibekali surat tugas dalam menjalankan aktivitasnya dan dilarang meminta atau menerima uang maupun barang dari sumber berita :.

Tewas Tenggelam di Sungai Welo

Senin, 8 Februari 2010 00:43:30 - oleh : admin

KUSTARI (45) binti Warso, warga Rt 03 Rw 05 Dukuh Dorogunung, Desa Dororejo, ditemukan tewas di Sungai Welo sekitar pukul 11.30 WIB, Minggu (7/1) kemarin.
Diduga korban mengidap penyakit darah tinggi, terseret arus sungai saat akan menyebrang. Jasadnya ditemukan dalam kondisi tubuh luka, sekitar 1 kilometer dari tempat kejadian.
Informasi yang dihimpun Radar menyebutkan, mayat korban pertama kali ditemukan Rohmin (30) pekerjaan buruh alamat Dukuh Geblok, Desa Kutosari.
Saat itu, Damuji (55) suami korban sebelumnya bersama anaknya bernama Isro (5) dan istrinya yaitu Kustari akan pulang dari bekerja di kebun. Mereka menyebrang sungai Welo dengan mengendong anaknya. Namun saat itu, si anak digendong bapaknya dan sang istri bilang akan mencuci terlebih dahulu.
Damuji juga menyarankan jika akan pulang jangan menyebrang sungai, tetapi melalui jembatan.
Setelah Damuji dan anaknya sampai di seberang sungai sambil menunggu istrinya, mereka mendengar dari warga ada orang tenggelam. Setelah dicek ke lokasi, benar istrinya yang tenggelam. Seketika itu pula warga geger dan berbondong-bondong menuju sungai Welo.
Selanjutnya, setelah ditemukan hanyut, korban dibawa ke Polsek Doro dan diotopsi di Puskesmas Doro.
Diduga korban terpeleset saat menyebrang sungai. Karena tak ada yang menolong, korban kemudian tenggelam dan akhirnya terseret air sungai yang cukup deras.
''Korban diduga mengidap darah tinggi, luka pada bagian mata sebelah kanan robek, memar, kepala atas, hidung atau mulut mengeluarkan air,''' tutur Kapolres Pekalongan AKBP Edi Murbowo melalui Kapolsek Doro, AKP Legito. (ap1)

kirim ke teman | versi cetak

Berita "Kajen" Lainnya