Visitors :49488 Org Hits : 219782 hits Month : 2294 Users Today : 123 Users Online : 8 Users
|
CIREBON – Istana Surga Adn pimpinan Ahmad Tantowi yang terletak di Desa Pamengkang, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon dianggap tempat paling nyaman bagi pengikutnya. Tetapi mungkin tidak bagi anggota kepolisian dan wartawan yang selama ini memberitakan mereka.
Sedikitnya 8 wartawan, anggota kepolisian, ormas Islam dan anggota MUI Jabar ‘ramai-ramai’ terjerembab masuk ke septic tank saat melakukan olah TKP di Istana Surga Adn. Sekujur tubuh mereka langsung basah kuyup dan tentu saja bau. Tetapi kerugian yang lebih parah menimpa para wartawan karena alat-alat kerja jurnalistiknya seperti handycam, laptop, tape recorder, handphone langsung tak berfungsi karena ikut basah.
Kejadian menggelikan ini saat para wartawan mewawancarai Ketua Fatwa MUI Jabar, H Salim Umar yang saat itu didampingi Ayu, salah satu pengikut Surga Adn di depan pintu Istana Surga Adn. "Saya sudah bersaksi di hadapan penyidik Polda Jabar, jika pemimpin Surga Adn, Ahmad Tantowi tidak bersalah," ujar Ayu yang juga anak angkat dari Ahmad Tantowi.
Namun setelah dua menit wawancara selesai, para wartawan, ormas Islam berebut ingin ambil posisi agar lebih dahulu masuk Istana Surga Adn. Tetapi ketika itu, Kanit Identifikasi Polres Cirebon, Aiptu Ebo memberikan informasi bahwa untuk wartawan tidak diperbolehkan alias dilarang masuk Istana Surga Adn, dengan alasan agar tim Polda dan MUI Jabar lebih fokus melakukan olah TKP.
"Saat wartawan ingin masuk Istana Surga Adn, tepat di atas panggung, saya diperintahkan oleh orang Polda agar wartawan tidak usah ikut masuk dulu, dan saya umumkan. Tiba-tiba saja susunan bambu yang mirip jembatan itu ambruk, dan kami semua masuk ke dalamnya (septic tank),” kata Ebo.
Uyi, wartawan Indosiar, mengaku dirinya tertimbun lemari dan terinjak-injak oleh wartawan lain. "Saat itu kondisi handycam on, dan membawa laptop di ransel. Tiba-tiba bambu yang kami roboh. Sontak saya ingin menyelamatkan, namun justru lemari yang ada di sebelah saya ambruk dan mengena badan saya," ujarnya. Kerugian akibat kejadian tersebut ditaksir puluhan juta rupiah. Sedikitnya ada 2 kamera SLR, 5 handycam, 3 laptop, 5 handphone.
Wartawan Radar yang ‘selamat’ tidak ikut terperosok sempat memotret saat mereka terjerembab dalam kubangan air setinggi pinggang orang dewasa itu. Lalu menolong menarik mereka keluar dari kubangan itu satu-persatu.
Rochmat warga sekitar, menjelaskan, ada kemungkinan alas bambu-bamu itu dipasang sebagai jebakan agar tidak sembarang bisa masuk Istana Surga Adn. "Karena memang di dalam rumah berisi barang-barang antik yang mahal,” ungkapnya. Kemungkinan kedua, lanjut Rochmat adalah karena memang usia dari bambu yang sudah tua dan menopang beban terlalu berat sehingga tidak bisa menahan.
Ahmad Tantowi dan tiga pengikutnya saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan Polda Jabar. Tim Polda Jabar selanjutnya melakukan olah TKP dengan mengundang MUI Jabar ke Istana Surga Adn. (ung)