Tidak ada polling yang dipublikasikan
http://radar-pekalongan.com/files/web%20HL%202.JPG files/web HL 2.JPG
Pemred
Status YM
Iklan
Status YM
. : Wartawan Radar Pekalongan dibekali surat tugas dalam menjalankan aktivitasnya dan dilarang meminta atau menerima uang maupun barang dari sumber berita :.

Ungkap Korupsi, Kajari Didemo

ANWAR FATONI
DEMO KAJARI - Ribuan massa gabungan memadati Jalur Pantura di depan Kejari Batang menuntut Kajari yang baru mundur.

*) Gabungan Warga, Kades, Kepala SKPD dan PNS Lain
*) Anggap Arogan, Kajari Dituntut Mundur
*) Tolak Dipertemukan dengan Kajari

BATANG - Ribuan massa gabungan warga dan pegawai, termasuk para Pegawai Negeri Sipil (PNS), Kabupaten Batang, mendatangi Kantor Kejaksaan Negeri Batang, Kamis (29/7) kemarin. Mereka datang dengan seratusan kendaraan baik truk, mobil dinas termasuk mobil puskesmas, dan kendaraan lain.
Kedatangan mereka adalah untuk menuntut Jhonny Manurung SH mundur dari jabatannya sebagai Kepala Kejari Batang, yang saat ini tengah berupaya untuk memberantas praktek korupsi.
Mereka menilai bahwa Kajari yang baru menjabat kurang dari dua bulan tersebut telah bertindak arogan. Terutama dalam upaya pemberantasan praktek korupsi yang terjadi di wilayah Batang.
"Jhonny Manurung harus mundur dari jabatannya sebagai Kajari Batang. Karena dia telah bertindak arogan dan tidak menggunakan asas praduga tak bersalah dalam upaya pemberantasan korupsi. Dimana dengan seenak hatinya dia mengungkapkan kasus korupsi yang belum tentu benar," ujar Wahyudi, Kepala Desa Clapar Kecamatan Subah.
Dikatakan, pada dasarnya warga Batang mendukung adanya penegakan hukum, tidak terkecuali pemberantasan korupsi. Namun, menurutnya, apa yang dilakukan oleh Kajari asal Sumatra Utara itu sudah kelewat batas. "Kami mendukung penegakan hukum. Namun harus tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah," tandasnya.
Dia juga menilai yang dilakukan Kejari Batang dalam pengungkapan sembilan kasus korupsi dan beberapa sasaran lagi, adalah sekedar untuk memenuhi kepentingan segelintir orang. "Dalam pengungkapan kasus korupsi di Batang ini, Kejaksaan hanya ingin memenuhi kepentingan orang-orang tertentu. Serta ingin membuat suasana di Batang ini tidak kondusif," lanjut Wahyudi, mewakili Sang Pamomong, organisasinya para kades se-Batang.
Disebutkan pula, dasar pertimbangan aksi tersebut adalah terjadinya ketidaknyamanan penyelengara negara atau pemerintahan. Dimana jajaran Pemda Batang saat ini resah dan ketakutan, dalam melaksanakan tugas. Disebabkan arogansi oknum penegak hukum dalam hal ini Kejari Batang.
"Bentuk arogansi telah ditunjukkan oleh Kepala Kejari Batang Jhonny Manurung, kepada beberapa pejabat atau pelaksanan kegiatan di Kabupaten Batang. Sehingga dipandang perlu melakukan aksi solidaritas bersama para penyelenggara pemerintahan. Untuk melawan aksi premanisme yang dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab, yang berkedok penegakan hukum," katanya.
Massa gabungan juga menghendaki agar Jhonny Manurung segera pergi dari Batang. "Usir Jhonny Manurung. Baru beberapa bulan sudah macam-macam. Ini Batang, bukan Batak," teriak salah seorang orator melalui pengeras suara dari atas truk.
Bahkan mereka menuduh bahwa Kajari telah berbuat SARA, dengan tidak memperbolehkan salah seorang saksi melaksanakan ibadah saat diperiksa di Kejaksaan. "Dia dengan sewenang-wenang melarang orang untuk beribadah. Ini jelas melanggar hukum agama, dan orang seperti ini harus disingkirkan dari Batang," tandas Wahyudi.
Aksi massa ini merupakan buntut dari terungkapnya sembilan proyek yang diindikasikan telah terjadi korupsi, oleh Kejari Batang dalam kurun waktu satu bulan. Dimana beberapa pejabat di Pemda Batang dan rekanan telah ditetapkan sebagai tersangka. Salah satunya adalah Kepala Dinas Kesehatan Budi Utomo Rahadjo.
Massa gabungan ini bergerak dari Alun-alun Batang dengan melewati Jalur Pantura, hingga menyebabkan jalur trans nasional tersebut mengalami kemacetan panjang. Massa aksi sendiri merupakan gabungan dari warga masyarakat, perangkat desa, kades, guru, pegawai dan PNS di lingkungan Pemda Batang, serta beberapa rekanan proyek.
Sebelum aksi, sebagian besar massa yang datang dengan menggunakan truk dan mobil, terkonsentrasi di Alun-alun. Selain itu ada pula beberapa yang dikonsentrasikan di Kantor Dinas Kesehatan, seperti para pegawai Puskesmas. Juga di Kantor Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air.
Massa sendiri menolak untuk menyediakan perwakilan guna dipertemukan dengan Kajari Batang. Namun mereka justru menghendaki agar tuntutan dipenuhi. Demo sendiri hanya berlangsung sekitar satu jam. Setelah para orator bergantian berorasi, mereka kembali ke Alun-alun Batang untuk membubarkan diri. "Kalau tuntutan kami tidak dipenuhi. Kami berjanji akan mengerahkan jumlah massa yang lebih banyak lagi dari sekarang," tandas seorang orator. (ton)

Jhonny: Saya Tidak Akan Mundur

ANWAR FATONIJUMPA PERS - Dalam jumpa pers dengan wartawan, Kajari Batang menegaskan tidak akan mundur dan akan terus menegakkan hukum.*) Bantah Telah Berlaku SARA*) Sebut 2 InstansiMESKI didatangi ribuan massa gabungan yang menuntut mundur, namun Ke...

Bupati: Banyak Hutang, Kinerja Guru Tak Optimal

AHMAD JUNAEDIPRESTASI - Bupati Pekalongan Dra Hj Siti Qomariyah MA menyerahkan piala kepada siswa yang berprestasi.Evaluasi UASBN SD/MI Tahun Ajaran 2009/2010 di Aula GPU Dalam sebuah guyonan, seorang kawan mengaku heran dengan fenomena para pegawai...

Kakek Ditemukan Tewas Gantung Diri

ARIFINMENUNJUKKAN - Salah satu warga Dukuh Pakisireng Desa Wangelang menunjukkan lokasi Sawi yang melakukan bunuh diri.KANDANGSERANG - Seorang kakek warga Dukuh Pakisireng RT 08 RW 04 Desa Wangelang Kecamatan Kandangserang, Sawi (65), Rabu (28/7) se...

Bendahara Tak Tahu Soal Pengembalian Uang

HASAN ZAELANIDISUMPAH - Empat saksi dalam sidang korupsi tukar guling saat disumpah, kemarin.*) Sidang Kasus Korupsi Tukar Guling Aset Desa AmbokembangPEKALONGAN - Bendahara Desa Amboekembang, Sunarsih, mengaku tidak tahu uang sebesar Rp 25 juta yan...

Habis Digaruk, Diboking Oknum Petugas

AHMAD JUNAEDIMENUNGGU - Salah satu PSK di Kebon Suwung (KBS)Desa Podosari Kecamatan Karanganyar tengah menunggu pelanggan yang dirasakan kian sepi.Segelintir Carita PSK di Lokalisasi KebonsuwungPENGGALAN syair lagu kupu-kupu malam karya Titik Puspa ...

Menara Masjid Al-Ikhlas Disoal

HASAN ZAELANIMENARA - Sejumlah panitia masjid Al Ikhlas saat melihat menara masjid, kemarin.*) Tinggi Menara Dianggap Tak Sesuai Spek*) Ricsa Serahkan Pembangunan Kepada Kaelani*) Kaelani: Saya Hanya MenanyakanPEKALONGAN - Pembangunan mesjid Al Ikhl...

Kerugian Negara Bisa Bertambah

DONY WIDYOCEK BANGUNAN - Tim ahli yang diterjunkan pihak kejaksaan tengah memeriksa kualitas dari salah satu pilar yang ada di gedung puskesmas Batang II.*) Dugaan Korupsi Pembangunan Puskesmas Batang II*) Kejari Cek Lapangan*) Kualitas Cor Tak Sesu...

Hatta: Listrik Padam, Itu Gangguan Teknis

MOTTO 'Indonesia Bebas Pemadaman Listrik' jangan diartikan lampu akan menyala terus-menerus. Menko Perekonomian, Hatta Rajasa, mengingatkan kepada masyarakat bahwa masih ada kemungkinan listrik padam karena hal-hal teknis."Padam itu bisa terjadi mis...

Ribuan Umat Hadiri Khaul Habib Ahmad

TRIYONO KHAUL – Ribuan umat muslim memenuhi peringatan Khaul Habib Ahmad di Sapuro, Senin kemarin.PEKALONGAN - Ribuan warga dari luar daerah dan Kota Pekalongan, hadiri puncak acara Khaul (peringatan meninggalnya) Habib Amad bin Abdullah bin T...

Walaupun Hanya 10 Hari Mengajar, Saat Pulang Ditangisi

ANWAR FATONIMENANGIS - Suasana haru terlihat saat para volunteer dari Korea harus pulang setelah 10 hari berada di Kalibalik Banyuputih. Tampak siswa menangis saat perpisahan.*Volunteer Pelajar Korea Mengabdi di Desa Kalibalik Banyuputih BatangKepe...